Bali Villa Rupiah,Accomodasi harga rupiah,dengan pelayanan yang terbaik
Beranda Tentang Kami Rekomendasi Perlu tahu! Syarat dan Ketentuan Kontak
 
Villas in Uluwatu
Villas in Uma Alas
Villas in Canggu
Villas in Candi Dasa
Villas in Ubud
Villas in Nusa Dua
Villas in Jimbaran
Villas in Sanur
Villas in Seminyak
Villas in Kuta
Mulai Rp 500.000,-
Mulai Rp 1.000.000.-
Mulai Rp 2.000.000.-
Mulai Rp 3.000.000.-
Mulai Rp 4.000.000.-
Mulai Rp 5.000.000.-
Lebih dari RP 6.000.000,-
Kalender Kegiatan
Wisata Kuliner
Budaya
Desa adat di Bali
Bali History
Bali Temple
Bali Dance
 
Customer Service
Reservation
 
Guest Activity
 
Customer Service
 
 
 

DESA TRUNYAN

Desa Trunyan merupakan sebuah desa kuno di tepi danau Batur, Kintamani,Kabupaten Bangli.Desa ini merupakan sebuah desa Bali Aga,Bali Mula dengan kehidupan masyarakat yang unik dan menarik Bali Aga,berarti orang Bali pegunungan, sedangkan Bali Mula berarti Bali asli. Kebudayaan orang Trunyan mencerminkan satu pola kebudayaan petani yang konservatif.

trunyan bali berdasarkan folk etimologi, penduduk Trunyan mempersepsikan diri dan jati diri mereka dalam dua versi.Versi pertama, orang Trunyan adalah orang Bali Turunan, karena mereka percaya bahwa leluhur mereka turun’ dari langit ke bumi Trunyan.Terkait dengan versi ini, orang Trunyan mempunyai satu mite atau dongeng suci mengenai asal-usul penduduk Trunyan adalah seorang Dewi dari langit.

Versi kedua, orang Trunyan hidup dalam sistem ekologi dengan adanya pohon Taru Menyan, yaitu pohon yang menyebarkan bau-bauan wangi. Dari perdaduan kata “taru” dan “menyan” berkembang kata Trunyan yang dipakai nama desa dan nama penduduk desa tersebut.

Desa Trunyan terletak di sebelah timur bibir danau Batur, letak ini sangat terpencil. Jalan darat dari Penelokan, Kintamani, hanya sampai di desa Kedisan. Dari Kedisan ke desa Trunyan orang harus menyeberang danau Batur selama 45 menit dengan perahu bermotor atau 2 jam dengan perahu lesung yang digerakkan dengan dayung. Selain jalan air, Trunyan juga dapat dicapai lewat darat, lewat jalan setapak melalui desa Buahan dan Abang.

Hawa udara desa Trunyan sangat sejuk, suhunya rata-rata 17 derajat Celcius dan dapat turun sampai 12 derajat Celcius. Danau Batur dengan ukuran panjang 9 km dan lebar 5 km merupakan salah satu sumber air dan sumber kehidupan agraris masyarakat Bali selatan dan timur.

Secara spesifik, terkait dengan kepercayaan orang Trunyan mengenai penyakit dan kematian, maka cara pemakaman orang Trunyan ada 2 macam yaitu:
  • 1. Meletakkan jenazah diatas tanah dibawah udara terbuka yang disebut dengan istilah mepasah. Orang-orang yang dimakamkan dengan cara mepasah adalah mereka yang pada waktu matinya termasuk orang-orang yang telah berumah tangga, orang-orang yang masih bujangan dan anak kecil yang gigi susunya telah tanggal.
  • 2. Dikubur / dikebumikan. Orang-orang yang dikebumikan setelah meninggal adalah mereka yang cacat tubuhnya, atau pada saat mati terdapat luka yang belum sembuh seperti misalnya terjadi pada tubuh penderita penyakit cacar, lepra dan lainnya. Orang-orang yang mati dengan tidak wajar seperti dibunuh atau bunuh diri juga dikubur. Anak-anak kecil yang gigi susunya belum tanggal juga dikubur saat meninggal.


Untuk keperluan pemakaman, di desa Trunyan terdapat 3 kuburan yaitu:
  • * Sema wayah diperuntukkan untuk pemakaman jenis mepasah (diletakkan di atas tananh)
  • * Sema bantas, diperuntuukan untuk dengan penguburan.(di kebumikan di dalam tanah)
  • * Sema nguda, diperuntukkan untuk kedua jenis pemakaman yaitu mepasah maupun penguburan dengan Persyaratan Yang di kubur belum mencapai akhir balik/belum beranjak dewasa.




source dari sugabali.biz dan berbagai sumber
 
Other Desa adat di Bali
PANTAI SANUR
NUSA LEMBONGAN
DESA TIHINGAN
KINTAMANI
UBUD
DESA KAMASAN
DESA PENGLIPURAN
TENGANAN PAGRINGSINGAN